Rabu, 11 April 2012

Ear Candle Therapy

Atasi berbagai Masalah Telinga dan Kepala

Banyak jalan menuju ke Roma. Pepatah bijak ini kiranya dapat pula menggambarkan tentang banyak cara menyembuhkan suatu penyakit. Selain obat, ada jalan lain seperti melakukan terapi. Salah satunya adalah Ear Candle Therapy, yaitu metode pengobatan melalui media lilin. Berbagai masalah telinga dan kepala seperti sinusitis, kurang pendengaran, vertigo bahkan tuli dapat diatasi dengan cara ini.

Sebenarnya apakah ear candle therapy? Ear candle therapy adalah terapi dengan menggunakan lilin khusus untuk menyedot kotoran berasal dari telinga. Lilin asal Amerika ini bukan seperti lilin biasa yang terbuat dari parafin, melainkan dari kain linen kualitas tinggi yang dilapisi sarang tawon. Untuk dewasa panjangnya 15 cm dengan diameter 1,5 cm dan berlubang,sedangkan untuk anak-anak berdiameter sedikit lebih kecil. Lilin itu sengaja dibuat bolong supaya bisa menyedot jamur atau wax (kotoran) yang mengumpul di gendang telinga.

Bahan lain dari lilin ini adalah tumbuhan sage dan chamomile yang berkhasiat membunuh kuman dan jamur. Meski terkesan sederhana, ternyata terapi ini cukup ampuh mengatasi beberapa penyakit, terutama yang berkaitan dengan masalah pendengaran dan kepala.

Atasi Ragam Penyakit

Lilin yang digunakan untuk terapi jumlahnya berbeda-beda. Tergantung dari berat ringannya keluhan pasien. Contohnya untuk migren atau vertigo ringan dapat sembuh dengan 2-3 kali terapi. Setiap terapi menggunakan 2 batang lilin untuk masing-masing telinga. Sedangkan untuk mereka yang kurang pendengaran atau bahkan tuli sejak lahir, bisa mendengar kembali setelah diterapi sekitar 7 kali dengan 3 batang lilin sekali terapi.

Jarak dari terapi satu ke terapi berikutnya paling baik 3 hari, tetapi jika tidak memungkinkan bisa satu Minggu sekali. Selama terapi ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi. Antara lain tak boleh berenang tanpa menggunakan ear plug (penutup telinga) kedap air dan menggunakan ear plug (penutup telinga) kedap udara ketika mengendarakan sepeda motor.

Syarat lain yang sebaiknya dipatuhi agar hasil terapi maksimal adalah menjaga telinga agar tidak kemasukan air ketika mandi atau berwudhu. Pasalnya air yang masuk dapat memicu tumbuhnya jamur di telinga. Selain itu jangan mengkonsumsi makanan yang tinggi protein (udang, kepiting, ikan asin, terasi, telur dan susu) sebab bisa memicu radang/ infeksi telinga.

Menyedot Kotoran

Melihat hasil terapi yang mengagumkan, mungkin banyak yang bertanya, seperti apa proses kerjanya? Proses pengobatan terapi lilin ini sangat sederhana. Setelah kedua telinga diperiksa menggunakan otoskop, baru diketahui apakah ada jamur, bisul atau radang di dalamnya. Jika ada bisul atau kotoran yang mengeras karena menumpuk, biasanya diberi obat tetes untuk melembutkan kotoran sehingga mudah dikeluarkan. Tetapi jika tidak ada, terapi dapat segera dilakukan.

Seusai menunggu obat tetes bekerja sekira 30 menit – 1 jam, terapi langsung dilakukan. Pasien berbaring miring agar bagian lilin yang berlubang dapat diposisikan pas di telinga. Pembakaran lilin sedikit demi sedikit menimbulkan tekanan udara di dalam telinga menjadi turun. Asap kemudian memenuhi rongga-rongga di dalam lilin dan masuk ke gendang telinga dan sekitarnya.

Suasana hangat membuat telinga dipenuhi asap. Asap kemudian menyedot kotoran dan jamur hingga menempel di rongga lilin. Kotoran atau jamur yang tersedot akan mengurangi rasa sakit di telinga. Aroma wangi chamomile dan sage pun membuat pasien merasa santai dan tertidur lelap. Satu lagi, terapi ini tidak berefek samping sehingga aman dilakukan pada balita sekalipun.

By : Andre

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar